Berjalan seorang pria muda
Dengan jaket lusuh dipundaknya
Di sela bibir tampak mengering
Terselip s'batang rumput liar
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s'makin terlihat
Dengan langkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan
Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Mengandalkan ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
'Tuk jaminan masa depan
Langkah kakimu terhenti
Di depan halaman sebuah jawaban
Termenung lesu engkau melangkah
Dari pintu kantor yang di harapkan
Tergiang kata tiada lowongan
Untuk kerja yang di dambakan
Tak peduli berusaha lagi
Namun kata sama yang kau dapatkan
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s'makin terlihat
Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Tak berguna ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
Sia-sia semuanya
Setengah putus asa dia berucap
"maaf ibu..."
Kamis, 20 September 2012
Akhir Cerita - LYLA
Sayang sudahlah berakhir semua
Cerita kita yang dulu indah terasa
Jangan kau teteskan air mata
Mungkin inilah jalan untuk kita berdua
Sudah tak perlu engkau sesali
Semua ini tak akan berubah
Kenanglah aku kapan pun engkau mau
Simpan aku selalu di dalam hatimu
Andaikan api cinta datang kembali
Akan ku sanjung engkau di dalam hatiku
Luka ini memang perih
Tapi kita pernah mencobanya
Oh biarkan saja cerita ini
Mendewasakan kau dan aku
Cerita kita yang dulu indah terasa
Jangan kau teteskan air mata
Mungkin inilah jalan untuk kita berdua
Sudah tak perlu engkau sesali
Semua ini tak akan berubah
Kenanglah aku kapan pun engkau mau
Simpan aku selalu di dalam hatimu
Andaikan api cinta datang kembali
Akan ku sanjung engkau di dalam hatiku
Luka ini memang perih
Tapi kita pernah mencobanya
Oh biarkan saja cerita ini
Mendewasakan kau dan aku
KOTAK - TERLUKA
Kalau tak bisa memuji janganlah mencaci
Lebih baik diam dan tutup mulutmu
Kalau memang tak suka janganlah melihat
Lebih baik kau pergi tak ada disini
* Walau tak sempurna aku juga manusia
Ingin dicintai, ingin dihargai
Walau hidup pula yang lebih sempurna
Tapi mulutmu selalu memaki
Jangan pernah menoleh
Ataupun ingin berjumpa
Melihat mu aku benci
Terluka aku selalu dengan kata-katamu
Kau buat aku membenci dirimu
Terluka aku selalu dengan kata-katamu
Ku benci, ku benci, ku benci dirimu
Terluka aku dengan dirimu
Terluka aku selalu dengan kata-katamu
Kau buat aku membenci dirimu
Terluka aku selalu dengan kata-katamu
Ku benci, ku benci, ku benci dirimu
Lebih baik diam dan tutup mulutmu
Kalau memang tak suka janganlah melihat
Lebih baik kau pergi tak ada disini
* Walau tak sempurna aku juga manusia
Ingin dicintai, ingin dihargai
Walau hidup pula yang lebih sempurna
Tapi mulutmu selalu memaki
Jangan pernah menoleh
Ataupun ingin berjumpa
Melihat mu aku benci
Terluka aku selalu dengan kata-katamu
Kau buat aku membenci dirimu
Terluka aku selalu dengan kata-katamu
Ku benci, ku benci, ku benci dirimu
Terluka aku dengan dirimu
Terluka aku selalu dengan kata-katamu
Kau buat aku membenci dirimu
Terluka aku selalu dengan kata-katamu
Ku benci, ku benci, ku benci dirimu
Langganan:
Postingan (Atom)